Sabtu, 14 Desember 2013

TEROBOSAN TERBAIK TRANSPORTASI PUBLIK MASSAL PEMECAH MASALAH KEMACETAN LALU LINTAS DI JAKARTA SELAIN KA, BUSWAY DAN MONOREL

Masalah Lama dan Rumit di Jakarta adalah tingkat kepadatan penduduk tinggi, Tidak ada Ruang untuk pembangunan jalan baru, berbagai moda transportasi darat umum dan pribadi penuh sesak memenuhi ruang jalan dan kemacetan sepanjang hari tiada henti.
Transportasi public massal yang dapat memecahkan masalah kemacetan, tepat waktu , nyaman dan aman merupakan dambaan setiap penduduk baik dalam kota maupun luar kota Jakarta tanpa merugikan pengguna alat transportasi lain baik umum dan pribadi..
Salah satu alat transportasi public yang memenuhi persyaratan diatas wilayah Jabotabek adalah balon udara Von Zeppelin..

Balon udara von zeppelin merupakan alat transportasi udara pertama yang digunakan oleh manusia dan terus berkembang hingga sekarang dengan teknologi modern dan perbaikan system keamanan dan kenyamanan yang memadai.
I.                    VON ZEPPELIN TIDAK MEMAKAN LAHAN DAN TIDAK MERUGIKAN PENGGUNA JALAN UMUM DI WILAYAH DKI JAKARTA
Balon udara von zeppelin sangat cocok digunakan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dimana sebagai tempat keberangkatan maupun pemberhentian tidak membutuhkan atau tidak memakan ruang lahan luas di DKI Jakarta sehingga tidak merugikan pengguna angkutan pribadi maupun umum yang kondisi ruang geraknya semakin terbatas dengan tingkat kemacetan tinggi.


  
II.                  HAL TERSEBUT DAPAT DIWUJUDKAN DENGAN LANGKAH – LANGKAH SEBAGAI BERIKUT:

11. Untuk Tempat Keberangkatan Awal ,perbaikan dan penyimpanan Balon Udara Von Zeppelin
Balon udara Von zeppelin dapat menempati lahan luas di luar Dki Jakarta atau menggunakan Bandara Udara yang tersedia (Halim Perdana kusuma, Atang Sanjaya, Pondok Cabe, dll) atau bisa juga menggunakan Lahan bekas Bandar udara kemayoran.

12.  Untuk Tempat pemberhentian naik-turun penumpang

a.       Menggunakan Stasiun terminal Bus (Kp Rambutan, Pulogadung, Kalideres dll)
Untuk tempat pemberhentian naik – turun penumpang dapat menggunakan stasiun terminal Bus Penumpang dengan membuat menara  khusus dan tangga berjalan / eskalavator tanpa harus mendarat di Terminal Bus.

b.       Stasiun KA (Kereta Api)
Stasiun KA juga dapat sebagai tempat pemberhentian naik turun penumpang dengan syarat memiliki cukup lahan untuk membuat menara khusus pemberhentian naik – turun penumpang. (mis: Stasiun Gambir, Stasiun Cikini, Stasiun Jatinegara dan Stasiun Senen)


c.       Atap Gedung Pemerintah , Mall – Mall, dan gedung – gedung lain yg bersedia menjadi stasiun transit penumpang.

Didalam melayani arus perjalanan dalam Kota DKI Jakarta, penggunaan Atap gedung – gedung Pemerintah, Mall dan gedung lain sebagai stasiun transit penumpang merupakan tempat yang ideal dan aman tanpa harus mengganggu arus lalu lintas jalan raya..


III.                    KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN VON ZEPPELIN
Banyak keuntungan yang di peroleh bagi Pemerintah didalam menata dan memberikan jalan keluar penggunaan transportasi public massal Von Zeppelin yaitu sbb:
  1. BEBAS DARI MACET.
  2. DAPAT MEMUAT BANYAK PENUMPANG.
  3. TIDAK PERLU MENDARAT TOTAL DI SETIAP STASIUN TRANSIT.
  4. DAPAT MENEMPUH BERBAGAI TRAYEK DALAM KOTA JAKARTA DENGAN CEPAT,AMAN,DAN NYAMAN.
  5. TIDAK MENGGANGGU JALAN RAYA, UMUM DAN TIDAK MENGGANGGU PENGGUNA KENDARAAN UMUM MAUPUN PRIBADI.
  6. TIDAK MEMBUTUHKAN LAHAN BARU MAUPUN LAHAN LUAS DI WILAYAH DKI JAKARTA.
  7. VON ZEPPELIN BERJALAN DENGAN KONDISI TENANG STABIL DAN TIDAK BERGOYANG GOYANG..



Saya sangat berharap Bapak Presiden maupun Bapak Pejabat Pemerintah lainnya dapat memikirkan, menerima dan melaksanakan solusi saya ini sebagai salah satu Ide sumbang saran demi rasa kepedulian saya sebagai rakyat kecil yang sangat mencintai Republik ini…

Apabila ada pertanyaan, komentar silahkan hubungi saya: beylydayanto@gmail.com, Trims

Daftar Pustaka:

  1. http://www.kaskus.co.id/thread/519131558127cf8f06000001/sejarah-amp-perkembangan-pesawat-terbang
  2. http://www.rikareliv.info/Luftskepp.htm
  3. http://edo04.files.wordpress.com/2010/12/zeppelin.jpg
  4. http://ms.wikipedia.org/wiki/Sains_dan_teknologi_di_Jerman
  5. http://snl.no/luftskip
  6. http://www.youtube.com/watch?v=eGSATf531wA&list=PLna0PtGRYTSStYjKDzUvLMWw6ozTlb_NS
  7. http://www.youtube.com/watch?v=huGairApSd4&list=PLAzgIwhBsB38qkiYr58QcP8HVmJZqnBnB
  8. http://www.youtube.com/watch?v=fMfNsdMQbf0&list=PLAzgIwhBsB38qkiYr58QcP8HVmJZqnBnB
  9. http://www.youtube.com/watch?v=HVkm81q3lgo&list=PLAzgIwhBsB38qkiYr58QcP8HVmJZqnBnB&index=5

Rabu, 20 November 2013

KONSEP PENGATURAN KEMACETAN JAKARTA

Macet di Jakarta sudah merupakan kejadian yang tidak bisa terelakkan terjadi, pasti dan sangat pasti bahwa kemacetan di Jakarta akan secara terus menerus terjadi sampai dengan suatu saat dimana kendaraan roda dua maupun roda empat akan tidak bergerak sama sekali dengan kecepatan 0 km/jam.

Ada beberapa konsep yang dapat memberikan jalan keluar tanpa harus merugikan kepada pengguna lalu lintas lain termasuk  para penjual mobil baru/bekas, dealer maupun penjual spare part suku cadang motor dan Pabrik otomotif.

Konsep  Pemecahan Kemacetan Jakarta:

  1.            Dibuat sentra area parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat di setiap titik titik simpul jalan raya menuju jalan dalam kota DKI Jakarta.    
  2.     Bagi para pengguna kendaraan pribadi roda empat dan roda dua yang berdomisili di DKI Jakarta, maka di wajibkan apabila mau melewati jalan utama DKI Jakarta pada jam jam sibuk  menaiki moda transportasi umum masal dengan tidak memberikan pengecualian baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah.

Alasan:
  1. 1.       Salah satu penyebab kemacetan terjadi adalah banyaknya perjalanan kommuter dari kota – kota penyanggah ibukota Negara yaitu Depok,Bogor,Bekasi,Tangerang dan Banten.
    2.       Dengan mengurangi arus lalu lintas yang masuk ke dalam jalan – jalan utama DKI Jakarta, maka dapat mengurangi penyebab factor kemacetan.

    Syarat / Peraturan bagi  Pengguna Kendaraan Pribadi:
    Dibuat peraturan keras dan menguntungkan bagi pihak pengguna kendaraan , melalui larangan masuk DKI Jakarta dengan pajak yang sangat Tinggi pada jam jam sibuk, dan memberikan pelayanan gratis perparkiran serta gratis menaiki moda transportasi umum  pada jam – jam sibuk dengan aturan sebagai berikut:
    a.       bagi pengguna kendaraan roda dua maupun empat yang menitipkan kendaraannya di sentra parkir kendaraan yang disediakan menunjukkan karcis parkir di sentra parkir tersebut.
    b.      Bagi pengguna kendaraan yg berdomisili di DKI Jakarta,  diberikan karcis  gratis (menunjukkan STNK mobil/motor) pada jam jam sibuk.

    Syarat bagi Operator kendaraan angkutan umum masal:
    Bagi operator kendaraan angkutan masal harus mampu untuk menyediakan armada bus yang sangat layak dan berhubungan secara langsung dengan lokasi simpul – simpul atau sentra parkir kendaraan.

    Keuntungan :
    1.       Mengurangi beban kemacetan pada jam jam sibuk.
    2.       Mengurangi secara efektif beban pemakaian BBM Subsidi.
    3.       Memberikan kesadaraan menggunakan moda transportasi umum masall bagi para pengguna kendaraan dengan gratis.
    4.       Mendapatkan pajak tambahan dengan nilai yang sangat tinggi dari para pengguna kendaraan pribadi yang nakal dan mencoba untuk melalui jalan  utama dalam kota DKI Jakarta pada jam jam sibuk.
    5.       Mendapatkan keuntungan dari pengurangan subsidi BBM Jabodetabek secara Optimal.
    6.       Hasil pajak tersebut  dan selisih pengurangan penggunaan BBM subsidi Jabodetabek  dapat menjadi biaya pengoperasian sentra parkir dan moda transportasi umum masal.

Selasa, 27 Agustus 2013

PADAT KARYA SEBAGAI SOLUSI MEMPERKUAT PEREKONOMIAN INDONESIA

LATAR BELAKANG

Di era Globalisasi saat ini dengan keran perdagangan bebas dunia yang terjadi dapat mempermudah berbagai barang barang impor masuk ke Indonesia dengan harga yang lebih murah dan bersaing dapat mengalahkan produk lokal didalam memenuhi kebutuhan sehari hari perekonomian Indonesia.
Sesuai dengan hukum perekonomian yang berlaku memang wajar kalau kita pasti membeli atau mencari barang dengan harga yang lebih murah demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari baik kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Tanpa disadari apabila semua kebutuhan tersebut sepenuhnya berasal dari luar, tanpa ada pembanding atau pengelolaan produk dalam negeri maka dalam skala makro dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap ketahanan nilai rupiah yang kita miliki.
Rupiah akan mudah terombang ambing oleh trend pasar dunia, fluktuasi rupiah bisa saja terjadi dalam tempo singkat. Kondisi krisis ekonomi dapat berlangsung cepat atau lama seperti yang dialami oleh beberapa negara di benua eropa.
Oleh karena itu sudah seharusnya dan selayaknya Pemerintah melakukan pengendalian (bukan melarang) terhadap barang impor dengan cara memudahkan dan mendukung pengembangan dan pelaksanaan padat karya dengan sungguh - sungguh baik dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya hingga sampai dengan pasar konsumen terkecil di masyarakat.

A. Mengapa Padat Karya?
Padat karya berarti bekerja bersama-sama dengan melibatkan banyak orang , bergorong royong, dan kurang lebih hampir 90% penggunaan tenaga manusia sebagai alat produksi. Padat karya dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian rakyat. Dengan Padat Karya tidak perlu membutuhkan modal terlalu besar didalam biaya operasional produksi . Padat Karya dapat melatih kemampuan seseorang terampil berusaha. Padat karya dapat mengakibatkan Negara tidak terlalu bergantung dengan produk luar, sehingga Ketahanan dan Pengendalian Perekonomian Negara  serta nilai mata uang dapat terjaga dengan baik.

B. Bentuk Padat Karya
Saat ini model padat karya yang sedang menjamur dan didukung oleh Pemerintah adalah dalam bentuk Ukm (usaha kecil menengah) dan koperasi. Tetapi bentuk - bentuk padat karya lainnya juga dapat dilakukan seperti pembentukan kelompok kerja kecil masyarakat, Unit-unit Komunitas berusaha (seperti komunitas penyedia bibit ikan lele, dll), Group usaha bersama, Masyarakat nelayan bersatu, Komunitas masyarakat tambang, Usaha Ibu ibu RT, dll. Bentuk - bentuk padat karya tersebut bukanlah hal - hal yang remeh atau rendah tetapi sangat penting dan dapat berpengaruh kepada peningkatan sistem perekonomian negara, asalkan kesemuanya dapat dilakukan dengan sungguh - sungguh dan didukung penuh oleh Negara.

C. Bentuk Dukungan Pemerintah
Salah satu bentuk dukungan pemerintah yang sudah berjalan adalah memberikan bantuan lunak atau kredit bagi usaha kecil dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Tetapi masih terdapat banyak sekali dukungan yang harus dilakukan oleh Pemerintah, seperti sebagai berikut ini:
1. Memberikan kemudahan dan kelonggaran didalam kebijakan atau aturan hukum bagi usaha padat karya tanpa harus dipersulit serta memberikan perlindungan Hukum bagi usaha Padat Karya.
2. Sebagai motor penggerak di lapangan usaha ( terjun langsung ke masyarakat ) , sebagai langkah awal dengan mendirikan berbagai unit - unit padat karya di lapangan.
3. Memberikan fasilitasi berbagai kebutuhan awal didalam pendanaan.
4. Membantu mengembangkan produk dan membantu didalam pendistribusian dan penjualan produk padat karya keseluruh pasar - pasar konsumen yang ada ( mall,supermarket, pasar modern dan pasar tradisional, dan lain - lain ).
5. Menjatuhkan sanksi hukum  bagi pengelola pasar ( modern, tradisional dan lain lain) yang tidak mau menerima hasil padat karya.
6. Mempromosikan produk padat karya di media cetak, media elektronik (TV dll) dan media lainnya secara penuh dan berkelanjutan terus menerus..
7. Yang jelas Pemerintah harus pro aktif kepada masyarakat langsung dan jangan pasif atau sekedar himbauan-himbauan saja.

D. Mengembangkan Usaha Padat Karya Strategis

Selain pengembangan usaha padat karya di bidang pakaian, makanan , minuman , peternakan, pertanian,perikanan dan usaha kerajinan tangan, masih ada Usaha Padat Karya Strategis yang secara langsung dapat mempengaruhi perekonomian Negara yaitu:

1. Usaha Produk Pertanian Rumah Tangga
Dari namanya terdengar aneh menggelikan tetapi jangan salah apabila dilaksanakan dengan sungguh sungguh dapat memberikan efek langsung bagi perekonomian negara, contoh sebagai berikut:
a. Usaha menanam kedelai di pot-pot di setiap rumah, gang, kontrakan dalam setiap RT: Dalam satu rumah walaupun sempit dan tidak ada ruangan untuk berkebun tetapi dapat dilaksanakan dengan menanam didalam pot, tidak perlu banyak misalnya 10 pot tanaman kedelai dalam 1 RT misal terdapat 20 KK = 200 tanaman kedelai, dalam 1 RW misal terdapat 10 RT = 2000 tanaman kedelai, dalam 1 kelurahan mis terdapat 10 RW = 20.000 tanaman kedelai, di koordinasi dan dikumpulkan oleh setiap kelurahan serta dikelola oleh Pemerintah , alangkah besarnya hasil produk pertanian rumah tangga tersebut ..

Kedelai
Sumber: eemoo-esprit.blogspot.com

b. Usaha menanam Bawang merah, bawang putih, bayam dan lain lain di setiap pot-pot/lahan terbatas rumah tangga.

2. Usaha Pertambangan Padat Karya
Usaha Pertambangan Padat Karya merupakan salah satu bentuk usaha strategis yang dapat mempengaruhi kebutuhan perekonomian di Indonesia, antara lain sebagai berikut ini

a. Usaha Pertambangan Padat Karya minyak mentah
Banyak Perusahaan pengelolaan pertambangan minyak tersebar luas di Inonesia, Dan banyak pula pertambangan yang tidak dikelola karena jumlah biaya operasional yang besar tetapi tidak sesuai dengan hasil yang didapat, serta banyak pula usaha tradisional pertambangan maupun liar  yang dikelola masyarakat. Disinilah peran serta unit - unit UKM dan usaha padat karya pertambangan perlu digalakkan dan di dukung penuh oleh pemerintah, usaha tradisional di Legalkan dan dibentuk menjadi unit UKM serta didukung dalam segi pelaksanaannya .

Sumber: indonesiaindonesia.com 



Sumber: news.liputan6.com

b.Usaha Pengelolaan minyak mentah menjadi BBM siap pakai.
Sebenarnya proses penyulingan minyak mentah menjadi bbm siap pakai tidaklah sulit, banyak usaha tradisional yang dapat merubah minyak mentah menjadi premium, minyak tanah dan solar. Apabila Pemerintah mendukung dan mengembangkan usaha ini, maka pastilah Negara kita tidak harus selalu impor bbm dari negara luar dan  hal ini juga dapat membantu mengurangi subsidi BBM di Negara kita.


c. Usaha Pertambangan Padat Karya  Emas, Batubara, Besi, Timah dan lain-lain


Sumber: m3sultra.wordpress.com

Pada Intinya usaha Padat Karya di bidang pertambangan sangat bagus dan mendukung perputaran roda perekonomian di negara kita dengan syarat bahwa jangan sampai merusak alam dan unit ukm tersebut juga harus mendukung reklamasi pertambangan yang mereka lakukan.

3. Usaha Produk Spare part kendaraan bermotor padat karya.
Nah yang satu ini juga terdengar aneh tetapi kalau dilaksanakan pastilah akan bermanfaat bagi penyediaan suku cadang spare part lokal tanpa dimonopoli oleh pengusaha besar maupun asing.

E. KESIMPULAN:

Dalam mengatasi kondisi perekonomian di Negara kita, sudah saatnya masyarakat luas diajak untuk berperan serta langsung dan bergotong royong  dari hal - hal yang dianggap kecil dan tidak mungkin, tetapi dari situlah nilai-nilai kemajuan dan perkembangan ekonomi Indonesia dapat terwujud, Ingatlah dengan bergotong royong maka terbentuklah Indonesia, dengan bergotong royong maka Indonesia bisa terlepas dari tangan penjajah dan dengan alat sederhana yang sepele  yaitu bambu yang ujungnya diruncingkan maka senjata tempur canggih, tank, pesawat tempur penjajah dapat dihancurkan, maka sudah jelas bahwa untuk selanjutnya   " DENGAN HANYA MELAKSANAKAN PADAT KARYA MAKA PEREKONOMIAN INDONESIA BANGKIT KEMBALI"..


......................Demi Negeriku,anak cucu & generasi penerus Bangsa..............




Selasa, 23 April 2013

PENGATURAN WAKTU TUNGGU DI SETIAP GERBANG LOKET PEMBAYARAN MASUK TOL DALAM KOTA MAUPUN GERBANG LOKET LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERJALANAN ARUS DALAM KOTA

Beberapa hari lalu, saya mengikuti sayembara jasamarga dan bagi kandidat yang memiliki proposal potensial akan diumumkan pada tgl 22 april 2013. Tetapi nama saya tidak lolos. Hal ini agak disayangkan, karena Ide yang saya tulis ini saya rasa sangat cocok dan tepat untuk diterapkan. Karena sudah terlanjur mengeluarkan Ide untuk mengatasi masalah kemacetan jalan tol dalam kota, maka saya memberikan sharing knowledge kepada masyarakat umum dan para mahasiswa / mahasiswi jurusan ilmu transportasi maupun para peneliti muda yang berminat didalam mengatasi masalah.







1. LATAR BELAKANG.

Kita sudah mengetahui bahwa kondisi jalan Tol Dalam Kota tiap hari kian bertambah macet baik di waktu sibuk ( peak hours ) maupun terkadang juga terjadi di waktu tidak sibuk ( off peak hours). Dengan berbagai metode dan langkah didalam pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kemacetan, Pihak Jasa Marga sangat peduli untuk berusaha mengatasi atau setidaknya menurunkan jumlah kemacetan yang terjadi.

Banyak langkah - langkah positif yang dilakukan oleh negara – negara lain didalam mengatasi masalah kemacetan ini, seperti pembatasan umur kendaraan, pembatasan umur SIM, pemberian sanksi denda yang sangat tinggi pada ruas - ruas jalan yang mengalami kepadatan arus tinggi dan lain lain. Tetapi, langkah positif yang dilakukan negara- negara lain belum tentu ideal dan cocok dengan negara kita.


Dalam hal ini, saya sebagai pengguna jalan Tol yang bersifat captive, karena sudah merupakan kebutuhan setiap hari bagi saya untuk melakukan perjalanan dalam rangka bekerja, berusaha memberikan ide atau solusi yang menarik dengan harapan dapat menurunkan tingkat kemacetan yang terjadi di Jalan Tol Dalam Kota

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Penulis bermaksud memberikan cara pandangan baru didalam langkah mengurangi arus kemacetan Jalan Tol Dalam kota dengan melakukan pendekatan – pendekatan inovatif secara terbuka dengan melihat secara keseluruhan atau global sebab dan akibat yang terjadi dari kondisi kemacetan yang ada dan berusaha menuangkan ide dengan cara lain tetapi tidak meninggalkan kaidah kaidah ilmu rekayasa transportasi.

Tujuan yang diharapkan adalah dapat memberikan Solusi yang terbaik dalam jangka pendek, efektif dan efisien tanpa menimbulkan beban biaya (cost) yang tinggi baik dari sisi operator maupun dari sisi pengguna jalan tol dalam kota.


3. SOLUSI TERBAIK

Dari berbagai metode dan langkah ditempuh didalam mencari jalan keluar untuk mengurangi arus kemacetan jalan toll dalam kota Jakarta, tetapi ada satu idea atau solusi terbaik yang belum pernah digunakan yaitu dengan melakukan “Pengaturan Waktu Tunggu Di Setiap Gerbang Loket Pembayaran Masuk Tol Dalam Kota Maupun Gerbang Loket Lainnya Yang Berhubungan Dengan Perjalanan Arus Dalam Kota” .

Dasar pemikiran menuangkan ide ini adalah bahwa proses kejadian sebab – akibat kemacetan tidak timbul dengan sendirinya. Kemacetan terjadi dari pola pengaturan arus lalu lintas yang berasal dari luar menuju ke Toll dalam Kota, dilihat secara global.


Kalau kita memperhatikan air yang mengalir, pengaturan debit dan volume air akan memudahkan jalannya keluar air baik secara lambat, sedang maupun cepat dengan perbedaan waktu mengalir. Dengan pola air mengalir tersebut dapat diterapkan pula pada pengaturan arus lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota.

4. PENGATURAN WAKTU TUNGGU


Definisi dari pengaturan waktu tunggu adalah melakukan pemberhentian sementara kepada para pengguna jalan tol didepan gerbang loket pembayaran dengan durasi waktu misalnya 5 menit di tutup dan 5 menit dibuka kembali dengan frekuensi yang sama “ 5 minutes On and 5 minutes Off”.


Lama waktu tunggu dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, pelaksanaan waktu tunggu tidak hanya didepan gerbang loket pembayaran jalan tol dalam kota tetapi dilaksanakan secara keseluruhan pada seluruh gerbang loket pembayaran yang memiliki konektivitas mengarah atau menuju jalan tol dalam kota.

Pengaturan waktu tunggu secara menyeluruh sebelum peak hours terjadi dan pada saat peak hours dapat memudahkan pengendalian arus lalu lintas yang masuk ke tol dalam kota Jakarta dan mengatasi terjadinya kekacauan penumpukan arus lalulintas (kekacauan akan terjadi apabila pelaksanaan pengaturan waktu tunggu hanya berdasarkan spot spot / bagian tertentu saja).


Dengan pelaksanaan pengaturan waktu tunggu yang teratur maka dapat dilakukan pengendalian jumlah arus lalu lintas masuk jalan tol dalam kota dan dapat membantu mengurangi penumpukan arus lalu lintas pada lokasi – lokasi terjadinya titik konflik maupun pertemuan arus lalu lintas.


Dibawah ini terdapat gambar gerbang tol yang mengalami pola pengaturan waktu tunggu,sebagai berikut ini:







Dari gambar 5 sampai dengan gambar 8 diatas, maka pelaksanaan pengaturan waktu tunggu serentak dilaksanakan berbarengan mendekati peak hours pagi dan sore hari, dengan catatan sebagai berikut:


a. Peak Hours di pagi hari ( sekitar jam 06.00 s/d 10.00 wib)


Dilaksanakan secara serentak semua akses gerbang tol loket pembayaran yang menuju tol dalam kota.


b. Peak Hours di sore hari (sekitar jam 15.30 s/d 18.30 wib)


Dilaksanakan secara serentak semua akses gerbang tol loket pembayaran tol dalam kota menuju akses tol lainnya.


5. PENGATURAN WAKTU TUNGGU IDEAL


Untuk menentukan waktu tunggu ideal bagi pengguna jalan tol , maka dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut:

a. Uji coba 5 Minutes On & 5 Minutes Off


Pelaksanaan uji coba awal dalam rentang waktu 5 (lima) menit tersebut spontan dilaksanakan dengan melakukan pengawasan dan monitoring terhadap kecepatan rata rata dan waktu perjalanan yang dihasilkan. (Untuk menentukan berapa lama perjalanan, kecepatan rata rata dapat dilakukan dengan mengambil sampel misalnya dari titik Asal Gerbang Tol Cimanggis Utama – menuju titik tujuan Pintu keluar Gedung DPR/MPR)


b. .Evaluasi Hasil


Dari hasil kecepatan rata- rata kendaraan dan waktu perjalanan yang dihasilkan dari uji coba dalam rentang waktu setiap 5 (lima) menit tersebut diatas maka dapat dihasilkan atau diprediksi berapa jumlah waktu yang ideal untuk menurunkan angka kemacetan di jalan tol dalam kota.


Terimakasih

Sabtu, 30 Maret 2013

Pendampingan pengembangan ekonomi terpadu padat karya di perkampungan industri kecil pulo gadung “go internasional”


“ Yang Kecil Tidak Selamanya Kecil”

Sekelumit kalimat diatas tidak hanya merupakan omong kosong belaka,  Tetapi memiliki kandungan makna yang terdalam. Belajar dari Negeri China dimana salah satu tonggak kemajuan Industri di Cina sehingga dapat menguasai Dunia adalah Industri kecil rumahan (Home Industri) yang tersebar luas diberbagai wilayah Cina.

Globalisasi merupakan proses yang bersifat multidimensional yang dipengaruhi oleh ekonomi, politik dan sosial budaya. Di bidang ekonomi, hal ini berarti integrasi global dari sector produksi, transportasi, perdagangan, keuangan, informasi, organisasi dan teknologi, dll. Menurut Castell, perbedaan antara konsep “dunia: dan ekonomi global adalah kapasitasnya yang bekerja sebagai sebuah unit yang real time terhadap sebuah skala global/dunia.

Arus globalisasi di bidang ekonomi dan perdagangan telah membuat masyarakat di kawasan industry kecil mempunyai daya saing yang rendah bahkan cenderung menjadi obyek pasar bagi negara tetangga tanpa mempunyai posisi tawar.

Untuk meningkatkan posisi tawar dan daya saing tinggi di kawasan industry kecil, maka diperlukan pendampingan pengembangan ekonomi terpadu yang dapat mencapai skala internasional.






1.   TUJUAN

Maksud dari penyelenggaraan  Pendampingan pengembangan ekonomi terpadu padat karya di perkampungan industry kecil pulogadung “ Go Internasional” adalah memberikan pendampingan bagi para pengusaha dalam rangka pelebaran jaringan bisnis dagang, pemasaran, penjualan dan difersifikasi produk akhir yang akan dilepas ke pasar konsumen baik ditingkat nasional maupun internasional, sedangkan tujuannya adalah sebagai berikut :
1.    Memperluas jaringan bisnis pengusaha di perkampungan industri kecil Pulo gadung.
2.    Membantu meningkatkan jumlah tenaga kerja dan jumlah penjualan usaha kecil menengah.
3.    Memdukung dan  menghubungkan dengan berbagai mitra usaha kerjasama baik secara nasional maupun internasional.
4.    Memberikan solusi dalam rangka memperoleh bantuan pinjaman baik dari Instansi Pemerintah dan Swasta.
5.    Mengembangkan berbagai produk unggulan industri kecil dan difersifikasi produk  sesuai dengan keinginan pasar konsumen baik nasional maupun internasional.
6.    Membentuk Perkampungan Industri Kecil sebagai pusat industri yang memiliki fasilitas hiburan,wisata belanja murah  dan perumahan yang asri dan nyaman berskala Global.


2.   RUANG LINGKUP

Pendampingan pengembangan ekonomi terpadu padat karya di perkampungan industry kecil Pulo gadung “ Go Internasional” ini adalah merupakan langkah terbaik yang dapat memberikan fasilitasi  pengembangan sector ekonomi terpadu dengan memberikan kemudahan bagi para pengusaha, masyarakat umum, investor dan Pemerintah.




Adapun ruang lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut :

1.    Pemetaan dan Inventarisir produk produk industry kecil Pulogadung.
2.    Memberikan solusi inovasi dan difersifikasi produk – produk UKM
3.    Membuat rancangan terpadu pengembangan perkampungan Industri Kecil Pulogadung.
4.    Membuka jaringan kerjasama dengan Industri lokal di setiap daerah.
5.    Membuka jaringan Kerjasama dengan Para Investor.
6.    Membuka Jaringan kerjasama dengan Pemerintah Pusat dan daerah lainnya.

PEMBENTUKAN PEMUDA PELOPOR PENGGERAK INDUSTRI KECIL DI DKI JAKARTA


“ Berikan aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan Dunia”

Sesuai dengan Semangat , pesan dan kalimat mutiara yang diucapkan oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia  Ir. Soekarno , bahwa “ Berikan aku 10 pemuda , niscaya akan kuguncangkan dunia”, makaPembentukan Pemuda Pelopor Penggerak  Industri Kecil di DKI Jakarta merupakan langkah strategis terbaik didalam membuat kemandiran Kreativitas dan Peningkatan Produk usaha kecil menengah serta mengurangi angka pengangguran di DKI Jakarta .

Saat sekarang, kalau kita melihat ke berbagai sudut Ibukota, banyak para pemuda kita  yang kurang mendapatkan kesempatan untuk bekerja layak, pengangguran, keterbatasan ekonomi , keterampilan dan pendidikan.

Dengan adanya Perkampungan Industri Kecil Pulo gadung, dapat memberikan kesempatan emas kepada para pemuda untuk dapat mengisi dengan berbagai kreativitas dan aktivitas positif yang dapat menghasilkan produk unggulan yang tidak kalah dengan produk dari luar.

Dengan dibekali kemampuan keterampilan tambahan dan kemudahan dengan berbagai fasilitas pendukung maka “ Para Pemuda ini dapat menjadi motor penggerak perkembangan industry kecil di DKI JAKARTA”.